Cari Blog Ini

Rabu, 25 April 2012

Ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat


Kepribadian yang sehat :
   Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri
apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan,
keterampilan dan sebagainya.
   Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi
atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara
wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
   Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai
keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional,
tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex,
apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup.
Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi,
tetapi dengan sikap optimistik.
   Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk
mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
   Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak,
mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta
menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
   Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi
situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif ,
tidak destruktif (merusak)
   Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas
dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional),
tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara
mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
   Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain,
 memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan
bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti
dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya
dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain,
karena kekecewaan dirinya.
   Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki
sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
   Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup
yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
   Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh
faktor-faktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan),
dan affection (kasih sayang)


Kepribadian yang tidak sehat :
   Mudah marah (tersinggung)
   Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
   Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
   Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda
atau terhadap binatang
   Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah
diperingati atau dihukum
   Kebiasaan berbohong
   Hiperaktif
   Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
   Senang mengkritik/ mencemooh orang lain
   Sulit tidur
   Kurang memiliki rasa tanggung jawab
   Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor
yang bersifat organis)
   Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama
   Pesimis dalam menghadapi kehidupan
   Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar